Tuesday, November 26, 2013

Request for Proposal : Technical Assistance for Organizational Development of KSU WMY (Serui,Papua)

OXFAM Papua sedang mencari konsultan untuk membantu mitra kerja Oxfam di Serui dalam Technical Assistance for Organizational Development.

(Silahkan membaca Kerangka Acuan/Terms of Reference dibawah ini)

Latar Belakang

Papua Enterprise Development Program (PEDP) adalah salah satu dari program pembangunan yang dikerjakan OXFAM dan mitra di provinsi Papua, yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang berdampak bagi kehidupan sosial melalui pengembangan kewirausahaan (enterprise). Pendanaan untuk Program PEDP bersumber dari New Zealand Government (NZAID) melalui Oxfam NZ  yang dananya dikelola oleh Oxfam di Indonesia. PEDP diimplementasikan di 5 kabupaten di Provinsi Papua dengan fokus komoditas dampingan yang berbeda yaitu Kabupaten Kepulauan Yapen (vanilla dan sayur-sayuran), Nabire (Kopi), Paniai (Kios), Jayapura (Kakao) dan Jayawijaya (Ubi).
Di Kabupaten Kepulauan Yapen, Oxfam bermitra dengan Koperasi Serba Usaha Wamanuan Mbeintabono Yawa (KSU WMY).  KSU WMY adalah organisasi baru yang terbentuk tanggal 14 Agustus 2010 yang diinisiasi oleh petani vanili dan sayuran di Kampung Ambaidiru.  KSU WMY telah menjadi mitra PEDP Oxfam dari bulan Juli 2012, selama satu tahun lebih Oxfam memberikan dukungan intensif baik dalam bentuk coaching, technical assistance, pelatihan, studi banding, dan banyak dukungan lainnya.  Di bulan Desember tahun lalu, KSU WMY dibantu oleh seorang konsultan selama kurang lebih 3 minggu untuk membenahi struktur koperasi, mendata ulang anggota, merumuskan kembali visi dan misi organisasi.  Perubahan cukup signifikan telah terjadi paska kunjungan konsultan: organisasi lebih transparan dan dewan pengurus yang lebih aktif.  Kemampuan KSU WMY dalam mengelola program telah meningkat, pembagian tugas organisasi menjadi lebih baik, bagaimanapun KSU WMY masih membutuhkan dukungan lebih lanjut konsultan ahli untuk memandu, mendampingi, memberikan masukan, terutama dalam hal terkait hak dan kewajiban baik anggota dan pengurus dan keberlanjutan organisasi setelah berakhirnya kerjasama dengan Oxfam.
Salah agenda besar KSU WMY di tahun ini adalah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). KSU WMY berharap untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut dari Deperindagkop paska kerjasama dengan Oxfam nanti, hal yang ditanggapi secara positif oleh Deperindagkop asalkan KSU WMY membenahi kembali koperasi dan memenuhi semua persyaratan sebuah koperasi yang baik dan sehat.  Saat ini banyak anggota yang belum memenuhi kewajiban mereka. Banyak anggota yang belum pernah membayarkan simpanan.  Terkait dengan keuangan, banyak anggota yang masih ragu dan belum memiliki kepercayaan. Hal ini berkemungkinan disebabkan oleh pengalaman berkoperasi dimasa lalu dimana banyak koperasi sejenis yang tutup.  Berbagai upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan anggota, tetapi hingga saat ini masih belum berhasil.  Di banyak kegiatan, pelatihan, dan rapat-rapat KSU WMY, hampir semua anggota terlibat aktif tetapi ketika diingatkan mengenai kewajiban mereka sebagai anggota, mereka masih menghindar.
Oxfam mengundang proposal konsultansi dari lembaga/perseorangan yang kompeten untuk pendampingan pengembangan organisasi KSU WMY. Tujuan, sasaran dan rancangan kegiatan yang akan dijelaskan lebih lanjut dibawah:

Tujuan

1.Membantu KSU WMY dalam mempersiapkan RAT dan memfasilitasi berlangsungnya RAT di kampung Ambaidiru, Kab. Kepulauan Yapen.
2.Membantu Pengurus dan pelaksana harian KSU WMY dalam mengembangkan strategi untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari anggota sehingga anggota mau memenuhi kewajiban mereka.
3.Berkoordinasi dan lobby ke Desperindag Kab. Kepulauan Yapen mengenai peluang-peluang kerjasama kedepan dan dukungan lainnya yang bisa diberikan oleh Deperindagkop ke KSU WMY.
4.Mengembangkan strategi keberlanjutan organisasi paska berakhirnya kerjasama dengan Oxfam.
5.Memberikan masukan dan saran, secara aktif memantau perkembangan koperasi selama masa konsultasi baik secara langsung, email atau telfon.


A.Tugas Pokok Konsultan

Tugas Utama

1.Membantu KSU WMY dalam mempersiapkan RAT dan memfasilitasi berlangsungnya RAT di kampung Ambaidiru, Kab. Kepulauan Yapen.
  a.Memfasilitasi pertemuan pengurus, pelaksana harian, dan pembina terkait dengan persiapan RAT.
  b.Membantu merumuskan agenda, informasi yang akan disampaikan, laporan yang akan dibagikan kepada anggota.
  c.Menjadi fasilitator dalam RAT.

2.Membantu Pengurus dan pelaksana harian KSU WMY dalam mengembangkan strategi untuk mendapatkan kepercayaan penuh dari anggota sehingga anggota mau menunaikan kewajiban mereka.
  a.Melakukan wawancara dengan pengurus, pelaksana harian, dan perwakilan anggota mengenai terkait hak dan kewajiban anggota, hal-hal yang masih menjadi hambatan, dan harapan dari masing-masing fihak.
  b.Menganalisa informasi dan menawarkan solusi sehingga masing-masing fihak memenuhi hak dan kewajiban mereka.
  c.Informasi atau strategi yang ditawarkan ditulis dan didiskusikan serta disepakati dalam RAT.

3.Berkoordinasi dan lobby ke Deperindagkop Kab. Kepulauan Yapen mengenai peluang-peluang kerjasama kedepan dan dukungan lainnya yang bisa diberikan oleh Deperindagkop ke KSU WMY.
  a.Melakukan kunjungan ke kantor Deperindagkop bersama pelaksana harian, pengurus, pembina dan perwakilan petani, mencari informasi mengenai peluang kerjasama kedepan yang bisa ditangkap oleh KSU WMY.
  b.Mendiskusikan bantuan yang bisa diberikan oleh Deperindagkop ke KSU WMY, seperti pelatihan, pendampingan, dll.

4.Mengembangkan strategi keberlanjutan organisasi paska berakhirnya kerjasama dengan Oxfam.
  a.Bersama dengan pengurus, pelaksana harian, pembina, dan perwakilan petani mendiskusikan mengenai sumber pendanaan koperasi paska berakhirnya kerjasama dengan Oxfam.
  b.Menganalisa beberapa bisnis yang saat ini dikelola oleh KSU WMY dan mengidentifikasi bisnis lain yang bisa dijalankan untuk menambah pemasukan.
  c.Mengidentifikasi peluang kerjasama lain yang bisa diraih oleh KSU WMY selain Deperindagkop.
  d.Mengidentifikasi sumber modal selain anggota yang bisa diakses, misal, pinjaman/ kredit bunga rendah dari Bank.

5.Memberikan masukan dan saran, secara aktif memantau perkembangan koperasi selama masa konsultasi baik secara langsung, email atau telfon.
  a.Secara aktif meninjau dan memantau pelaksanaan dari hal-hal yang sudah disepakati dengan pengurus KSU WMY disaat kunjungan konsultan ke lokasi.
  b.Memberikan saran, masukan, motivasi terhadap pengurus KSU WMY paska kunjungan melalui telfon atau email

Hasil yang diharapkan 

1.Terlaksanya RAT dengan baik dan semua fihak puas dengan hasil RAT
2.Anggota membayarkan simpanan pokok dan simpanan wajib, dan KSU WMY memiliki pencatatan yang jelas, transparan dan akuntabel.
3.Terbangunnya komunikasi dan hubungan baik dengan Deperindagkop
4.KSU WMY memiliki rencana tertulis mengenai pendanaan dan keberlanjutan organisasi paska berakhirnya kerjasama dengan Oxfam.
5.Hal-hal yang sudah disepakati dengan pengurus koperasi terlaksana;pengurus termotivasi dan mampu melaksanakan tugas-tugas mereka.

Fokus Laporan Utama

1.Latar Belakang dan analisa konteks
2.Tujuan kerja konsultansi dan pendampingan
3.Metodologi dan proses
4.Temuan, hasil, dan saran
5.Rekomendasi
6.Dokumentasi pendukung

Durasi Kontrak  
Durasi kerja konsultan untuk technical assistance koperasi dilakukan dari minggu ketiga November 2013 hingga minggu ketiga Februari 2014, dengan total waktu kerja 20 hari, yaitu 15 hari di Yapen dan 5 hari dari rumah (persiapan , pelaporan, coaching dan mentoring dari rumah).

B.Waktu dan Kegiatan

Kegiatan Technical Assistance dilakukan di lakukan dari Minggu pertama Desember 2013 hingga Minggu ke 4 Februari 2014; dengan total hari kerja 20 hari.  Rincian adalah sebagai berikut:

1. 1 hari persiapan bahan, agenda, dan persiapan lainnya dari rumah
2. 15 hari kerja di Yapen:  7 hari di Serui dan 7 Hari di Ambaidiru
3. 2 hari kerja untuk penulisan laporan.
4. 2 hari (16 jam) konsultasi via telfon an email.


C.Persetujuan, Wewenang dan Pelaporan

Semua pengeluaran terkait dengan kegiatan akan membutuhkan persetujuan dari penanggung jawab anggaran PEDP. Konsultan akan bertanggung jawab dan memberikan laporan kepada PEDP Coordinator/Manager sedangkan penanggung jawab untuk kegiatan di lapangan selama proses ini berlangsung adalah PO Serui.

Draft awal laporan dari konsultan harus dikirimkan kepada Oxfam paling lama 1 minggu setelah kegiatan operasional di lapangan selesai yang menggambarkan tujuan dan hasil yang diharapkan.
Draft laporan akhir dikirimkan di minggu ke-4 Februari setelah kegiatan mentoring selama di Serui dan dari homebase selesai.

Silahkan mengirimkan proposal beserta CV konsultan dan budget melalui email dengan menyebutkan Technical Assistance for Organizational Development pada subject email :

ke: btampubolon[at]oxfam.org.uk

sebelum tanggal 5 Desember 2013.

No comments:

Post a Comment