|
Latar
Belakang
|
Sejak September 2013 Mercy Corps
Indonesia telah menginisiasi pengurangan risiko bencana di wilayah rentan
dengan mendorong masyarakat di Desa Linggar, Desa Jelegong, Desa Majasetra,
dan Desa Sukamaju di Kabupaten Bandung; serta Desa Laksanamekar di Kabupaten
Bandung Barat untuk mendirikan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di masing-masing
desa. Beberapa aktivitas telah dilaksanakan oleh KSB seperti pelatihan,
membuat analisa kerentanan dan kapasitas desa, membuat Rencana Aksi Komunitas
Pengurangan Risiko Bencana (RAK-PRB), dan implementasi proyek percontohan
yang menjadi prioritas dalam RAK-PRB yang telah dibuat.
Dalam
RAK-PRB yang telah dibuat,
terdapat banyak rencana yang ingin diwujudkan untuk meningkatkan
ketahanan.
Rencana aksi yang sangat baik tersebut akan dapat diwujudkan dengan
adanya
kerjasama baik dan pendanaan dari berbagai pihak seperti pemerintah,
swasta, dan lembaga donor. Para pihak tersebut memiliki aturan dan
perilaku dalam
memberikan pendanaan untuk kepentingan publik.
Berbeda dengan pemerintah yang diatur
oleh peraturan, perilaku swasta dalam memberi pendanaan proyek publik
seringkali didasarkan pada share value yang mereka dapatkan.
Atas dasar di atas, meningkatkan
pemahaman mengenai penggalangan dana dan penyusunan proposal adalah upaya
untuk meningkatkan kemampuan KSB agar dapat menyusun sebuah proposal dan
menjangkau sumber pendanaan berasal dari pihak pemerintah dan pendanaan
publik (non pemerintah) untuk tujuan pengurangan risiko bencana.
|
|
|
|
|
Garis
Besar Pekerjaan
|
Lembaga
yang ditunjuk sebagai penyedia fasilitator, menunjuk tim sebanyak 5 orang
untuk membawakan materi dan pelatihan penggalangan dana dan penyusunan
proposal selama dua hari dengan rumusan materi yang telah disepakati.
|
|
|
|
|
Lingkup
Pekerjaan
|
Membawakan/menyampaikan materi-materi pelatihan
kepada peserta dengan baik sesuai
dengan rumusan dan waktu yang telah disepakati.
|
|
|
|
|
Pekerjaan
pokok
|
Pekerjaan
pokok lembaga penyedia fasilitator adalah sebagai berikut:
1. Mempersiapkan materi-materi pelatihan yang akan
dibawakan sesuai rumusan materi yang disepakati;
2. Membuat dan mengembangkan materi dalam TOR sehingga didapatkan susunan
acara dan metode pengajaran yang lebih rinci. Paling lambat
diterima tiga hari sebelum pelaksanaan;
3. Merumuskan materi untuk baseline test dan endline
test pelatihan;
4. Menunjuk tim untuk membawakan materi-materi pelatihan sesuai rumusan
dan perencanaan waktu yang telah disepakati;
5. Membuat pencatatan/notulensi selama pelaksanaan
pelatihan;
6.
Melakukan
pelaporan hasil kegiatan pelatihan.
|
|
Keluaran
(Deliverables)
|
1.
25 peserta yang
terdiri dari 5 perwakilan dari masing-masing KSB desa dampingan mendapatkan pelatihan
penggalangan dana dan pembuatan proposal. 25
peserta juga mengalami peningkatan pemahaman yang diukur oleh baseline test
dan endline test;
2.
Konsep penyusunan
proposal minimal 1 dari masing-masing KSB berhasil dibuat;
3.
Contoh kreatifitas
pendanaan minimal 1 dari masing-masing KSB berhasil dibuat;
4.
25 orang peserta
mampu menulis proposal yang baik dan mempunyai pengetahuan dalam teknik lobi;
5.
Laporan pelatihan
diterima oleh pihak Mercy Corps indonesia dengan memuat hasil
baseline dan endline test, notulensi, dan rekomendasi.
|
|
Lokasi
|
Garut,
Jawa Barat
|
|
|
|
|
Waktu
Pelaksanaan
|
02-03
Mei 2015
|
|
Lampiran
|
Term
of Reference Pelatihan
|
|
|
|
Aplikasi dan CV dikirimkan ke procurement@id.mercycorps.org sebelum
19 April 2015.
Terima kasih.

No comments:
Post a Comment