Advertisement

Saturday, January 30, 2016

Plan International Indonesia Job Vacancy : Counsultant for Baseline Study 4CA

  
KerangkaAcuanStudiBaseline Study & Studi Solusi Cerdas IklimClimate Smart Solution Studyuntukproyek Child-Centered Climate Change Adaptation (4CA)PlanInternational IndonesiaJanuari2016 

I.                Pengenalan
 Plan International inginmerekrut tim konsultan yang bisa memenuhi syarat untukmelakukan: 
- Studi baselineantara Januari dan Maret 2016, dan
- Studi SolusiClimate Smart dari Januari sampai Juni2016,untuk proyek 3tahun untuk Adaptasi PerubahanIklim yang Berpusat pada Anak (Child-Centered Climate Change Adaptation—4CA). Di Indonesia, penelitianini akan fokus pada kabupaten TTU dan Lembata di Provinsi NTT. 

II.                Latar Belakang
 Anak-anakdi Asia Tenggara sangat rentan terhadap perubahan iklim karena mereka sangatrentan terhadap risiko iklim dan memiliki kapasitas adaptasi yang rendah. AsiaTenggara merupakan salah satu daerah yang paling rentan di dunia terhadapperubahan iklim karena garis pantainya yang panjang, konsentrasi populasi yangtinggi (sekitar 130 orang/km2, sedangkan kepadatan penduduk duniaadalah sekitar 49 orang/km2), kegiatan ekonomi di wilayah pesisir, danintens menggunakan sumber daya alam yang ada (pertanian, perikanan, dll). Pemanasan global menimbulkan risiko yangsignifikan untuk pembangunan sosial ekonomi dan lingkungan di Asia Tenggara melaluibeberapa fenomena seperti suhu permukaan Bumi yang lebih tinggi, hujan deras, peristiwa cuaca ekstrim,banjir, dan kenaikan permukaan air laut dengan dampak yang parah terhadapkeanekaragaman hayati, pertanian, mata pencaharian, sumber daya air, dankesehatan. Dampak perubahan iklim sudah dirasakan oleh masyarakat yang rentandi seluruh Asia Tenggara sekarang.
Anak-anak adalah kelompok terbesar dari pihak yang rentanakibat perubahan iklim, mulai dari kekurangan gizi, tingkat kematian lebih tinggi akibat peristiwa cuaca ekstrim dan bencana, kerentanan terhadappenyakit iklim, dan hingga terganggunya aktivitas pendidikan mereka. Namun, anak-anak memiliki potensibesar untuk menjadi agen perubahan. Anak-anak adalah generasi yang sangat diperlukan untuk menangani dampak perubahan iklim dimasa depan, sehingga sangat penting untuk membangun kapasitas yang tepat dan adaptif.
Plan International sedang melaksanakan proyek tiga tahun (Oktober 2015-September2016) untuk Adaptasi Perubahan Iklim yang Berpusat pada Anak(Child-Centered Climate Change Adaptation—4CA) ditiga negara (Indonesia, Filipina, dan Thailand) diAsia Tenggara. DiIndonesia, proyek ini bertujuan untuk mencapai anakdan anak muda berusia 11-24 tahun beserta komunitas di sekitar merekadalam peningkatan pengetahuan mereka tentang dampakperubahan iklim dan pilihan adaptasi dalam pendidikan formal dan non-formal.
Tujuan dari proyek ini adalah bahwa anak-anak dan remaja di negara-negarasasaran di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, telahmeningkatkan kapasitas adaptasi untuk mengatasi dampak negatif dari perubahaniklim. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang penyebab, dampak, dan peluang adaptasi perubahan iklim dan untukmeningkatkan ketahanan. Hal ini dilakukan denganmengintegrasikan topik ini dalam sistem pendidikan, dalam proses perencanaanpembangunan daerah dan dalam strategi adaptasi nasional dan sub-nasional. Proyek ini dibangundi atas fase sebelumnya proyek adaptasi perubahan iklim terpusat pada anak (2011-2015)dan kinimengupayakan pada tingkat pendidikan lebih lanjut dalam menciptakan strategi yang efektif dan solusi untuk adaptasi perubahaniklim yang berpusat pada anak di tingkat lokal, nasional, dan sub-nasional. Proyek ini memiliki tujuan sebagaiberikut: 
- Pendidikan: Anak-anak dan remaja telah meningkatkan pengetahuan ilmu perubahan iklim, dampak dan langkah-langkah adaptasi melalui pendidikan formal dan non-formal.
- Aksi: Pemerintah daerah dan masyarakat mengembangkan dan menerapkan model kontekstual untuk adaptasi perubahan iklim melalui keterlibatan anak dan remaja.
- Advokasi dan kebijakan: pemerintah daerah dan nasional mengakui dan menggabungkan praktek-praktek yang baik dalam adaptasi perubahan iklim dalam proses perencanaan pembangunan mereka.
 DiIndonesia, proyek ini akan dilaksanakan di Kefa (TTU) dan kabupaten Lembata diProvinsi NTT yang bertujuan untuk mencapai 18,282 orang di 51 desa dari 4kecamatan, dan 17 sekolah bekerja sama dengan LSM lokal dan pemangku kepentinganpemerintah. Prasyaratuntuk keberhasilan setiap proyek adalah orientasi terhadap tujuan yangterverifikasi dan monitoring berkala setiap kemajuan proyek dalam mencapai tujuan. Untuk mengevaluasi keberhasilan proyek, perluditetapkan baselineuntuk semua indikator hasil dan output.
Selama ini, Plan International Indonesia telah melaksanakan proyek 4CA sejak tahun 2011. Proyek ini telah menghasilkan berbagai kegiatanadaptasi perubahan iklim di tingkat sekolah dan masyarakat. Untuk memperluasberbagai praktik adaptasi terhadap perubahan iklim, Plan mengadakanstudi Solusi Cerdas Iklim untuk menilai dan menganalisa bentuk kegiatan adaptasi perubahan iklim diprovinsi NTT. Bentukadaptasi yang solusi cerdas iklim ini bisa merupakan kegiatan adaptasi yang telah dilakukan oleh para leluhur, atau yang sedangdipraktekkan sekarang, atau potensi-potensi kegiatan adaptasi yang baru akandirekomendasikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapatmenjadi inspirasi dalam menemukan praktik adaptasi yang bisa dilakukan secaralokal dan kontekstual di Kefa dan Lembata dengan memperhatikan kearifan lokal,budaya, dan sumber daya lokal. 
Studi baseline bertujuan untuk : 
- Membangun angkadasar untuk indikator proyek yang berkaitan dengan kapasitas adaptif daripopulasi sasaran, khususnya: 
- Melakukanpengetahuan, sikap dan praktek (KAP) survei adaptasi perubahan iklim dengananak-anak, guru, dan anggota masyarakat di wilayah sasaran dalam hal kemampuanmereka untuk menggambarkan dampak negatif diperkirakan perubahan iklim danmengidentifikasi langkah-langkah adaptasi yang tepat.
- Mengumpulkan datasekunder dan primer untuk memetakan kerangka kebijakan dan rencana pemerintah saat ini, serta metodologi alat untuk mengatasi perubahaniklim di tingkat sub-nasional dan kabupaten. Secara khusus studi baseline harusmemproyeksikankesenjangan pengintegrasian pendidikan perubahan iklim ke dalam rencana pendidikan formal dan/atauinformal di wilayah sasaran.

- Membangun sistemuntuk memantau kemajuan proyek dalam pencapaian tujuan dan output dengan mengembangkan rekomendasi khusus untuk sistem pemantauan.
- Memberikanrekomendasi untuk pendekatan, metodologi, danprioritas tindakan untuk pelaksanaan proyek berdasarkan temuan awal. Studi Solusi Climate Smart bertujuan untuk:

- Mendapatkan gambaran awal bencana  perubahan iklim yangdirasakan oleh masyarakat
- Mendapatkan gambaran awal penilaian kebijakan lokal PRB danAPI di masyarakat.
- Mengidentifikasipengetahuan lokal terhadap situasi API dan PRB.
- Mengidentifikasi lembaga lokal, I/NGO, dan institusipemerintah yang memiliki program pengintegrasian PRB dan API dalam rencanapembangunan dan pengembangan masyarakat lokal.
- Munculnya inovasi praktik adaptasi perubahan iklim yang bisadilakukan oleh anak dan masyarakat lokal.
- Menemukan praktikadaptasi perubahan iklim yang sesuai dengan kearifan lokal dan kultur setempat.
- Memunculkaninovasi praktik solusi cerdas iklim yang bisa dilakukan di kabupaten TTU danLembata secara lokal dan kontekstual.
  
- Tujuan SpesifikStudi Tujuan khusus dari studi ini adalah untuk menilai situasi saat ini untuk dapatmenentukan angka dasar indicator proyek, sebagai berikut: 
IndikatorSpesifik Outcome Proyek:

- Jumlah lembaga pemerintahyang telah mengintegrasikanpendidikan perubahan iklim ke dalam rencana pendidikanformal dan/atau informal mereka
- Persentase populasisasaran yang menunjukkan kapasitas adaptasi meningkat dengan mampu menjelaskan dampaknegatif akibatperubahan iklim dan mengidentifikasi langkah-langkahadaptasi yang tepat
      Indikator Standar Aksi: 
- Jumlah orang yang secara langsung didukung untuk beradaptasi dengan perubahan iklim melaluiimplementasi proyekIndikatorStandar Kapasitas:
- Jumlah alat metodologis[1] (yang baruatau yang dikembangkan) untukmengatasi perubahan iklim
- Jumlah kerangka kebijakan(yangbaru atau yang ditingkatkan/dikembangkan) untuk mengatasi perubahan iklim Indikator Output:


- # guru dan fasilitator dilatih dalampendidikan perubahan iklim, sampai dengan September 2017
- # sekolah telah mengadopsi dan memanfaatkan bahan pendidikan tentang perubahan iklim di pendidikan formal dan/atau ekstra kurikuler mereka, sampai dengan September2017
- # kajian kerentanan dan kapasitas akibatperubahan iklim yang berpusat pada anak di tingkat lokal
- # inisiatif penguranganrisiko bencana cerdas iklim yang disetujui oleh komitepengarah lokal telahdilaksanakan bersama-sama
- # anak-anak dan pemuda memimpin dan berpartisipasidalam berbagai pertemuan advokasi dan kebijakan terkait AdaptasiPerubahan Iklim
- # rencana dan strategi lokal dari pemerintah dan masyarakat yangtelah memasukan hak dan kebutuhan anak-anak serta masyarakat yang terkait dengan perubahan iklim Indikator spesifik dari studi SolusiCerdas Iklim, antara lain:

- # bentuk adaptasiyang solusi cerdas iklim yang dipraktikan di wilayah provinsi NTT berdasarkangeografis, kultur, dan kearifan lokal.
- # bentuk adaptasiperubahahan iklim yang berpusat pada anak dan sensitif gender, di tingkatsekolah dan masyarakat.
- # bentuk adaptasiperubahan iklim yang didukung sumber daya alam dan non-alam lokal.
- # kebijakanpemerintah yang telah mengintegrasikan PRB dan API dalam rencana pembangunantingkat kabupaten.
- #lembaga/institusi yang memiliki berbagai praktik adaptasi perubahan iklim.
- # rekomendasipraktik adaptasi perubahan iklim yang berpusat pada anak yang bisa dilakukan dikabupaten TTU dan Lembata.
  
- PertanyaanKunci
 Konsultan harus dapat mengusulkan metodologi yang terbaikuntuk riset dan evaluasi ini dalam 1 proposal sesuai dengan TOR ini. Survey iniakan meliputi semua kegiatan yang telah dilakukan dalam proyek ini. Koordinasidengan Urban Safe School Coordinator, dan tim Planning & Monitoring harusterus dilakukan oleh konsultan. Tata cara yang digunakan dalam melakukan kegiatan evaluasiyang disesuaikan dengan kebutuhan dari evaluasi, metodologi mencakup kualitatifdan kuantitatif. Berikut ini pertanyaan kunci untuk studi yang diharapkan,antara lain: Pertanyaan kunci untuk studibaseline melingkupi: 
- Apakah pernah mendengar tentang perubahan iklim? Dari mana?Jelaskan apa itu perubahan iklim!
- Bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kehidupan kita?
- Apakah pendidikan di sekolah pernah mengajarkan tentangperubahan iklim, dampak, dan tindakan yang perlu dilakukan?
- Apa tindakan/aksi yang bisa dilakukan oleh kita semua untukmengurangi dampak akibat perubahan iklim di tiap sektor? (pendidikan,pertanian, perikanan & kelautan, kehutanan, kesehatan, dll)
- Apa bentuk tindakan yang pernah Anda lakukan untukmengurangi dampak perubahan iklim?
- Apakah ada kebijakan pemerintah lokal terkait PRB dan API?Menurut Anda, bagaimana hal tersebut dapat mendorong upaya adaptasi terdapatiklim yang sudah berubah? Pertanyaan Kunci Studi SolusiCerdas Iklim:

- Bagaimana gambaran umum wilayah provinsi NTT?
- Bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat?
- Bagaimana gambaran aspek-aspek masyarakat yang terdampakoleh perubahan iklim? (kesehatan, sosial ekonomi, pendidikan, dll)
- Bagaimana dampak perubahan iklim terhadap kaum yangtermarginalkan seperti anak, kaum perempuan, disabilitas, dan lain-lain?
- Apakah ada kebijakan pemerintah yang mengintegrasikan PRBdan API untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap risiko akibatperubahan iklim?
- Menurut Anda, sumber daya apa saja yang bisa mendukungpraktik solusi cerdas iklim yang lokal dan kontekstual?
- Adakah praktik dan kearifan lokal yang pernah ada atau yangmasih dilakukan terkait adaptasi perubahan iklim?
- Bagaimana upaya adaptasi perubahan iklim yang berpusat padaanak dan sensitif gender?
- Bagaimana cara mengupayakan partisipasi anak dalam praktiksolusi cerdas iklim sejak perencanaan, implementasi, hingga monitoring danevaluasi?
  
- Metodologi           Studi iniakan menerapkan pendekatan gabungan kualitatif dan kuantitatif melaluipengumpulan data sekunder dan primer. Metode ramah anak dan sensitif genderperlu diterapkan dalam Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) dan survei. Datasekunder dan studi sebelumnya (termasuk baseline dan endline dari proyek-proyek sebelumnya) akan digunakan sebanyakmungkin, dan data primer hanya dikumpulkan di mana lokasi yangsudah mutlak dan representatif. Desk review untuk data sekunder padaliteratur yang relevan, materi pelatihan dan modul, kebijakan, program, dan layanan pemerintah di tingkat nasional dan lokal, sertainisiatif LSM terkait adaptasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana. Pengumpulan data primer bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang pengetahuan, sikap, dan praktikadaptasi perubahan iklim, serta untuk menjawab pertanyaan kunci lain yangberkaitan dengan kerentanan dan kapasitas adaptasi dari populasi sasaran. Dataakan dikumpulkan oleh desk study, wawancarainforman kunci, kuesioner, dan FGD. Etika dan Perlindungan AnakKebijakandan standar Perlindungan Anak dari Plan Internationalharus dipatuhi setiap saat. Konsultan akan diminta untuk menandatanganikebijakan Perlindungan Anak Plan International. Pelatihan

No comments:

Post a Comment