TERMS OF REFERENCE
I.
LATAR BELAKANG
Pemodelan epidemi terkini menunjukkan bahwa,
kecuali pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL),
upaya program penaggulangan HIV-AIDS telah stabil dan mulai mengurangi jumlah
infeksi HIV baru di antara Populasi Kunci (KAP). Pemodelan ini juga menunjukkan
bahwa Indonesia belum berada di dalam jalur untuk mengakhiri HIV dan AIDS pada
tahun 2030.
Indonesia tertinggal dari negara lain di kawasan
ASIA dalam hal cakupan ART. Di sisi lain, beberapa keberhasilan telah dicapai
dalam meningkatkan jumlah orang yang menggunakan ART mencapai hampir 78.000
pada akhir 2016, data "kaskade" terbaru mengindikasikan bahwa Indonesia
perlu bekerja lebih serius untuk mencapai tujuan di 2030. Menurut data UNAIDS,
diperkirakan ada 620.000 orang yang hidup dengan HIV pada tahun 2016, 13% diantaranya
mengakses terapi antiretroviral (ARV).
Negara ini juga tertinggal dalam hal cakupan
PMTCT. Di antara ibu hamil yang hidup dengan HIV, 14% mengakses pengobatan atau
profilaksis untuk mencegah penularan HIV ke anak mereka, dan diperkirakan 3..200
anak-anak terinfeksi HIV karena penularan dari ibu-ke-bayi pada tahun 2016
(UNAIDS). Perkiraan prevalensi di antara Populasi Kunci (termasuk pekerja seks,
LSL, transgender, orang-orang yang menyuntikkan narkoba dan narapidana) tetap
tinggi.
Pada saat yang sama, perkembangan Epidemi HIV
terbaru memperkirakan bahwa 64% ODHA dan 37% infeksi HIV baru pada tahun 2015
termasuk di antaranya non-KAP. Non-KAP adalah kelompok heterogen yang
terdiri dari (1) mitra seks KAP, (2)
mantan KAP (misalnya mantan pekerja
seks, pria yang merupakan klien pekerja seks di masa lalu, mantan PWID), (3) mitra seks mantan KAP dan (4) lainnya, termasuk KAP yang tidak mengidentifikasi diri. Perhatian
lebih serius harus terus dilanjutkan kepada kelompok Populasi Kunci, namun
begitu, pemerintah perlu mengajak lebih banyak kelompok non-KAP untuk Tes HIV dan Terapi Pengobatan untuk mengakhiri
epidemic HIV dan AIDS di Indonesia. Di Tanah Papua, profil epidemik lebih ke
masyarakat umum dan responnya sendiri harus focus pada sasaran tersebut.
Mengingat cakupan ART sangat rendah disbanding
dengan target Fast Track 90-90-90
pada tahun 2027, program ini telah memberikan prioritas tinggi pada modul HIV Testing Services and Treatment, dan Care and Support (TCS).. Rencana
implementasi dan kegiatan sudah direncanakan dengan tujuan meningkatkan angka tes
HIV termasuk didalamnya mengidentifikasi jumlah ODHA non-KAP yang belum
diobati. Paket layanan TCS akan diimplementasikan secara berjenjang di berbagai
distrik prioritas.
Berdasarkan periode Funding Request 2018-2020, program ini akan
dilaksanakan oleh 2 PR, yaitu 1) Kementerian Kesehatan Pemerintah Republik
Indonesia; dan 2) Yayasan Spiritia. PR Kementerian Kesehatan akan terus
melaksanakan peran penting dalam memastikan HIV Testing, Treatment, Care and
Support, serta kegiatan RSSH lainnya termasuk: Sistem Informasi Manajemen
Kesehatan dan Monitoring dan Evaluasi, Penyediaan Layanan dan Peningkatan Mutu
Terpadu, dan Sistem Manajemen Rantai Pasokan dan Supply Chain. Yayasan Spiritia
akan terus memberikan program pencegahan yang komprehensif untuk pria yang
berhubungan seks dengan pria, transgender, dan orang-orang yang menyuntikkan
narkoba di 121 kabupaten-kota, serta dukungan menyeluruh untuk orang yang hidup
dengan HIV di 141 kabupaten-kota.
Sebagai upaya untuk melakukan pencatatan dan pelaporan terhadap
kebutuhan analis data terkini, Spiritia memerlukan pembaharuan pada Sistem
Informasinya. Pembaharuan Sistem Informasi ini termasuk didalamnya pengembangan
online recording-reporting form, online-offline database management system dan
information management dashboard system.
Dukungan teknis ini diharapkan mampu menjawab beberapa
kebutuhan terkait dengan Sistem Informasi Spiritia, yaitu;
A) Revisi Spiritia Information Database System (SIDS) sesuai kebutuhan program,
didampingi oleh staf IT Spiritia
B) Alih kelola Sistem Informasi Spiritia dari teknisi Spiritia
Information Database System (SIDS) ke staf IT Spiritia
C) Menyediakan dukungan bantuan konsultansi dan pemeliharaan Spiritia
Information Database System (SIDS) selama 1 tahun.
II..
TUJUAN
Melakukan revisi (re-building) Spiritia Information Database System (SIDS) agar sejalan dengan kebutuhan program
dan teknologi terkini, termasuk didalamnya upaya untuk alih kelola teknologi
dan bantuan pemeliharaan.
III.
RUANG LINGKUP
PEKERJAAN
Yayasan Spiritia
sudah memiliki Sistem Informasi (offline di pc user dan online dashboard
berbasis web) dan memerlukan pengembangan lebih lanjut agar sejalan dengan
kebutuhan program dan perkembangan teknologi terkini. Saat ini kami memiliki
pelaporan secara berjenjang, yaitu 6 lembaga di tingkat regional dan sekitar
70an lembaga di tingkat provinsi dan kabupaten-kota. Ruang lingkup pekerjaan
konsultan adalah sebagai berikut:
1. Re-Building software Spiritia
Information System sesuai dengan kebutuhan program dan perkembangan teknologi
terkini. Sistem Full Online.
2. Menampilkan analisa data dalam
bentuk peta dan grafik sesuai dengan kebutuhan program
3. Membuat Recording Form Online dengan
fungsi sebagai berikut :
a. Mencatat data demografi klien
b. Membuat form rujukan digital ke
layanan kesehatan dan langsung bisa di share ke klien melalui email,
WA/BBM/LINE atau berbentuk JPEG.
c. Membuat laporan sesuai format
baku berdasarkan pencatatan data klien
d. Ada modul survey atau pooling
untuk kebutuhan tertentu
e. Bisa berkomunikasi dengan
database di PC Client (jika memungkinkan)
4. Dapat memberikan ruang untuk
disable/enable menu yang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan dikemudian hari.
5. Membuat modul Planning &
Budgeting. Berisi data Anggaran dan Serapan dana untuk kebutuhan 5 tahun
termasuk kolom analisa singkatnya.
6. Membuat modul pelaporan kegiatan.
Berisi data peserta (jumlah dan jenis kelamin), lokasi kegiatan, dan narasi singkat
7. Ada halaman dashboard yang
menampilkan semua rekapitulasi data dan turunannya dengan grafik
Keluaran yang
diharapkan adalah sebagai berikut:
|
Kegiatan
|
Keluaran
|
|
Pertemuan dengan tim M&E untuk mendapatkan
gambaran menyeluruh terkait dengan Spiritia Information Database System
|
Catatan
menyeluruh terhadap system
|
|
Pengembangan
Sistem Informasi sesuai kebutuhan Spiritia
·
Modul pencatatan
dan pelaporan data
·
Modul pelaporan
kegiatan
·
Modul analisa
penggunaan anggaran kegiatan
|
SIS sesuai kebutuhan
|
|
Pembuatan
aplikasi form online
|
Aplikasi
form online
|
|
Diskusi
draft versi 1.0
|
Draft
SIS versi 1.0
|
|
Perbaikan
hasil draft versi 1.0
|
Perbaikan
SIS sesuai hasil diskusi
|
|
Pemaparan
dan peragaan hasil revisi
|
Catatan
hasil diskusi
|
|
Uji
Coba dalam skala kecil
|
Uji
Coba di beberapa SR
|
|
Revisi
hasil uji coba
|
Hasil
Revisi
|
|
Versi
Final Sistem Informasi
|
Penyerahan
versi final
|
|
|
|
IV.
KRITERIA DAN
KUALIFIKASI KONSULTAN
|
Konsultan
|
Kualifikasi, Kemampuan, dan Pengalaman
|
|
Lokal/Regional /Perusahaan/Personal
|
1.
Berpengalaman dalam membuat dan
mengembangkan Database Management System.
2.
Berpengalaman dalam membuat dan
mengembangkan aplikasi berbasis Android dan iOS
3.
Menguasai software development
berbasis web/ desktop dengan bahasa pemrograman PHP, AJAX, Javascript, XML,
dan CSS
4.
Menguasai software development
berbasis database MySQL
5.
Menguasai konsep OOP (Object
Oriented Programming)
6.
Berpengalaman membuat aplikasi
dengan user cukup banyak dan database berukuran besar
7.
Berpengalaman dan menguasai
penggunaan framework PHP, Web API
8.
Latar belakang mengerjakan
Sistem informasi yang berhubungan dengan kesehatan dan HIV-AIDS merupakan nilai tambah.
9.
Berpengalaman dan menguasai
penerapan aplikasi GIS (web mapping) adalah nilai tambah
10.
Mempunyai kemampuan managemen
server Windows/Linux
11.
Biasa bekerja dalam tim, cepat
belajar serta cepat beradaptasi
12.
Mampu memenuhi deadline yang
telah ditetapkan
|
V.
JADWAL
Konsultan akan dikontrak untuk
jangka waktu antara Februari – April 2018
Jadwal Pembayaran
|
Payment
|
Description
|
Deliverable
Requirements
|
|
Tahap 1
|
70% (dari total kontrak)
|
—
Rencana kerja dan tenggat waktu.
|
|
Tahap 2
|
30% (dari total kontrak)
|
—
Laporan akhir
dan versi final software
|
VI.
INPUT
— Spiritia akan
memberikan konsultan dengan dokumen terkait dengan program dan revisi SIS. Anda bisa mengintip
data yang disajikan pada laman www.sis.spiritia.or.id.
Bahan pendukung lainnya bisa diunduh lewat link http://bit.ly/BahanSpiritia
— Konsultan
diharapkan untuk bekerja jarak jauh menggunakan / komputer nya sendiri, tetapi
dapat mengakses printer Spiritia atau dokumen yang relevan atau bisa bekerja di
kantor Spiritia jika diperlukan.
VII.
EVALUASI
KINERJA
— Kinerja
konsultan akan dievaluasi berdasarkan ketepatan waktu, tanggung jawab,
inisiatif, komunikasi, akurasi, dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan
VIII.
PROSEDUR APLIKASI
DAN TENGGAT WAKTU
—
Kandidat
konsultan yang berminat bisa mengirimkan proposal (termasuk berisi penawaran
harga, konsep, dan jadwal pengerjaan), dan portofolio yang terkait dengan
kebutuhan Spiritia. Dokumen tersebut dapat dikirimkan melalui email ke :
santi.spiritia@gmail.com dengan Cc ke: rahmat.spiritia@gmail.com paling lambat pada, Selasa 13 Februari 2017 jam
17:00 WIB

No comments:
Post a Comment