Wednesday, February 7, 2018

Spiritia Information System Improvement & Maintenance

TERMS OF REFERENCE
I.            LATAR BELAKANG
Pemodelan epidemi terkini menunjukkan bahwa, kecuali pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), upaya program penaggulangan HIV-AIDS telah stabil dan mulai mengurangi jumlah infeksi HIV baru di antara Populasi Kunci (KAP). Pemodelan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia belum berada di dalam jalur untuk mengakhiri HIV dan AIDS pada tahun 2030.


Indonesia tertinggal dari negara lain di kawasan ASIA dalam hal cakupan ART. Di sisi lain, beberapa keberhasilan telah dicapai dalam meningkatkan jumlah orang yang menggunakan ART mencapai hampir 78.000 pada akhir 2016, data "kaskade" terbaru mengindikasikan bahwa Indonesia perlu bekerja lebih serius untuk mencapai tujuan di 2030. Menurut data UNAIDS, diperkirakan ada 620.000 orang yang hidup dengan HIV pada tahun 2016, 13% diantaranya mengakses terapi antiretroviral (ARV).

Negara ini juga tertinggal dalam hal cakupan PMTCT. Di antara ibu hamil yang hidup dengan HIV, 14% mengakses pengobatan atau profilaksis untuk mencegah penularan HIV ke anak mereka, dan diperkirakan 3..200 anak-anak terinfeksi HIV karena penularan dari ibu-ke-bayi pada tahun 2016 (UNAIDS). Perkiraan prevalensi di antara Populasi Kunci (termasuk pekerja seks, LSL, transgender, orang-orang yang menyuntikkan narkoba dan narapidana) tetap tinggi.

Pada saat yang sama, perkembangan Epidemi HIV terbaru memperkirakan bahwa 64% ODHA dan 37% infeksi HIV baru pada tahun 2015 termasuk di antaranya non-KAP. Non-KAP adalah kelompok heterogen yang terdiri dari (1) mitra seks KAP, (2) mantan KAP (misalnya mantan pekerja seks, pria yang merupakan klien pekerja seks di masa lalu, mantan PWID), (3) mitra seks mantan KAP dan (4) lainnya, termasuk KAP yang tidak mengidentifikasi diri. Perhatian lebih serius harus terus dilanjutkan kepada kelompok Populasi Kunci, namun begitu, pemerintah perlu mengajak lebih banyak kelompok ­non-KAP untuk Tes HIV dan Terapi Pengobatan untuk mengakhiri epidemic HIV dan AIDS di Indonesia. Di Tanah Papua, profil epidemik lebih ke masyarakat umum dan responnya sendiri harus focus pada sasaran tersebut.

Mengingat cakupan ART sangat rendah disbanding dengan target Fast Track 90-90-90 pada tahun 2027, program ini telah memberikan prioritas tinggi pada modul HIV Testing Services and Treatment, dan Care and Support (TCS).. Rencana implementasi dan kegiatan sudah direncanakan dengan tujuan meningkatkan angka tes HIV termasuk didalamnya mengidentifikasi jumlah ODHA non-KAP yang belum diobati. Paket layanan TCS akan diimplementasikan secara berjenjang di berbagai distrik prioritas.

             
Berdasarkan periode Funding Request 2018-2020, program ini akan dilaksanakan oleh 2 PR, yaitu 1) Kementerian Kesehatan Pemerintah Republik Indonesia; dan 2) Yayasan Spiritia. PR Kementerian Kesehatan akan terus melaksanakan peran penting dalam memastikan HIV Testing, Treatment, Care and Support, serta kegiatan RSSH lainnya termasuk: Sistem Informasi Manajemen Kesehatan dan Monitoring dan Evaluasi, Penyediaan Layanan dan Peningkatan Mutu Terpadu, dan Sistem Manajemen Rantai Pasokan dan Supply Chain. Yayasan Spiritia akan terus memberikan program pencegahan yang komprehensif untuk pria yang berhubungan seks dengan pria, transgender, dan orang-orang yang menyuntikkan narkoba di 121 kabupaten-kota, serta dukungan menyeluruh untuk orang yang hidup dengan HIV di 141 kabupaten-kota.

Sebagai upaya untuk melakukan pencatatan dan pelaporan terhadap kebutuhan analis data terkini, Spiritia memerlukan pembaharuan pada Sistem Informasinya. Pembaharuan Sistem Informasi ini termasuk didalamnya pengembangan online recording-reporting form, online-offline database management system dan information management dashboard system.

Dukungan teknis ini diharapkan mampu menjawab beberapa kebutuhan terkait dengan Sistem Informasi Spiritia, yaitu;

A)      Revisi Spiritia Information Database System (SIDS) sesuai kebutuhan program, didampingi oleh staf IT Spiritia
B)      Alih kelola Sistem Informasi Spiritia dari teknisi Spiritia Information Database System (SIDS)  ke staf IT Spiritia
C)      Menyediakan dukungan bantuan  konsultansi dan pemeliharaan Spiritia Information Database System (SIDS) selama 1 tahun.


II..            TUJUAN
Melakukan revisi (re-building) Spiritia Information Database System (SIDS) agar sejalan dengan kebutuhan program dan teknologi terkini, termasuk didalamnya upaya untuk alih kelola teknologi dan bantuan pemeliharaan.


III.            RUANG LINGKUP PEKERJAAN
Yayasan Spiritia sudah memiliki Sistem Informasi (offline di pc user dan online dashboard berbasis web) dan memerlukan pengembangan lebih lanjut agar sejalan dengan kebutuhan program dan perkembangan teknologi terkini. Saat ini kami memiliki pelaporan secara berjenjang, yaitu 6 lembaga di tingkat regional dan sekitar 70an lembaga di tingkat provinsi dan kabupaten-kota. Ruang lingkup pekerjaan konsultan adalah sebagai berikut:

1.       Re-Building software Spiritia Information System sesuai dengan kebutuhan program dan perkembangan teknologi terkini. Sistem Full Online.
2.       Menampilkan analisa data dalam bentuk peta dan grafik sesuai dengan kebutuhan program
3.       Membuat Recording Form Online dengan fungsi sebagai berikut :
a.       Mencatat data demografi klien
b.       Membuat form rujukan digital ke layanan kesehatan dan langsung bisa di share ke klien melalui email, WA/BBM/LINE atau berbentuk JPEG.
c.       Membuat laporan sesuai format baku berdasarkan pencatatan data klien
d.       Ada modul survey atau pooling untuk kebutuhan tertentu
e.       Bisa berkomunikasi dengan database di PC Client (jika memungkinkan)
4.       Dapat memberikan ruang untuk disable/enable menu yang dibutuhkan atau tidak dibutuhkan dikemudian hari.
5.       Membuat modul Planning & Budgeting. Berisi data Anggaran dan Serapan dana untuk kebutuhan 5 tahun termasuk kolom analisa singkatnya.
6.       Membuat modul pelaporan kegiatan. Berisi data peserta (jumlah dan jenis kelamin), lokasi kegiatan, dan narasi singkat
7.       Ada halaman dashboard yang menampilkan semua rekapitulasi data dan turunannya dengan grafik


Keluaran yang diharapkan adalah sebagai berikut:

Kegiatan
Keluaran
Pertemuan dengan tim M&E untuk mendapatkan gambaran menyeluruh terkait dengan Spiritia Information Database System
Catatan menyeluruh terhadap system
Pengembangan Sistem Informasi sesuai kebutuhan Spiritia
·       Modul pencatatan dan pelaporan data
·       Modul pelaporan kegiatan
·       Modul analisa penggunaan anggaran kegiatan
SIS sesuai kebutuhan
Pembuatan aplikasi form online
Aplikasi form online
Diskusi draft versi 1.0
Draft SIS versi 1.0
Perbaikan hasil draft versi 1.0
Perbaikan SIS sesuai hasil diskusi
Pemaparan dan peragaan hasil revisi
Catatan hasil diskusi
Uji Coba dalam skala kecil
Uji Coba di beberapa SR
Revisi hasil uji coba
Hasil Revisi
Versi Final Sistem Informasi
Penyerahan versi final




IV.            KRITERIA DAN KUALIFIKASI KONSULTAN
Konsultan
Kualifikasi, Kemampuan, dan Pengalaman
Lokal/Regional /Perusahaan/Personal
1.       Berpengalaman dalam membuat dan mengembangkan Database Management System.
2.       Berpengalaman dalam membuat dan mengembangkan aplikasi berbasis Android dan iOS
3.       Menguasai software development berbasis web/ desktop dengan bahasa pemrograman PHP, AJAX, Javascript, XML, dan CSS
4.       Menguasai software development berbasis database MySQL
5.       Menguasai konsep OOP (Object Oriented Programming)
6.       Berpengalaman membuat aplikasi dengan user cukup banyak dan database berukuran besar
7.       Berpengalaman dan menguasai penggunaan framework PHP, Web API
8.       Latar belakang mengerjakan Sistem informasi yang berhubungan dengan kesehatan dan HIV-AIDS merupakan nilai tambah.
9.       Berpengalaman dan menguasai penerapan aplikasi GIS (web mapping) adalah nilai tambah
10.    Mempunyai kemampuan managemen server Windows/Linux
11.    Biasa bekerja dalam tim, cepat belajar serta cepat beradaptasi
12.    Mampu memenuhi deadline yang telah ditetapkan


V.            JADWAL
Konsultan akan dikontrak untuk jangka waktu antara Februari – April 2018

Jadwal Pembayaran
Payment
Description
Deliverable Requirements
Tahap 1
70% (dari total kontrak)
      Rencana kerja dan tenggat waktu.
Tahap 2
30% (dari total kontrak)
      Laporan akhir dan versi final software


VI.            INPUT
      Spiritia akan memberikan konsultan dengan dokumen terkait dengan program dan revisi SIS. Anda bisa mengintip data yang disajikan pada laman www.sis.spiritia.or.id. Bahan pendukung lainnya bisa diunduh lewat link http://bit.ly/BahanSpiritia
      Konsultan diharapkan untuk bekerja jarak jauh menggunakan / komputer nya sendiri, tetapi dapat mengakses printer Spiritia atau dokumen yang relevan atau bisa bekerja di kantor Spiritia jika diperlukan.

VII.            EVALUASI KINERJA
      Kinerja konsultan akan dievaluasi berdasarkan ketepatan waktu, tanggung jawab, inisiatif, komunikasi, akurasi, dan kualitas pekerjaan yang dihasilkan

VIII.            PROSEDUR APLIKASI DAN TENGGAT WAKTU
      Kandidat konsultan yang berminat bisa mengirimkan proposal (termasuk berisi penawaran harga, konsep, dan jadwal pengerjaan), dan portofolio yang terkait dengan kebutuhan Spiritia. Dokumen tersebut dapat dikirimkan melalui email ke : santi.spiritia@gmail.com dengan Cc ke: rahmat.spiritia@gmail.com paling lambat pada, Selasa 13 Februari 2017 jam 17:00 WIB

No comments:

Post a Comment