Thursday, April 5, 2018

Konsultan untuk: Melakukan kajian survei (Assessment Survey) Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Bencana di Kota Makassar


Kajian Survei Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Bencana
Di Kota Makassar
CWS INDONESIA
April 2018
 
 
  1. Deskripsi Tugas
 
CWS telah bekerja dalam inisiatif kemanusiaan dan pembangunan di Indonesia selama lebih dari 40 tahun di bawah MoU dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Saat ini CWS bergerak di beberapa sektor kemanusiaan termasuk pengurangan risiko bencana, kesehatan dan gizi serta perlindungan pengungsi dan migran.
 
Membutuhkan Konsultan untuk:
Melakukan kajian survei (Assessment Survey) Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Bencana di Kota Makassar
 
Saat ini CWS dan mitra didukung oleh DFAT Australia, sedang menjalankan proyek manajemen risiko bencana yang disebut SOLIDARITAS, di Toraja Utara, Sulawesi Selatan dan di Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur. Sejauh ini proyek tersebut telah menunjukkan hasil dan kemajuan yang signifikan dan saat ini status proyek telah memasuki kuartal terakhir.
 
Untuk mempersiapkan kebutuhan akan replikasi proyek, maka mengingat bahwa Kota Makassar masuk ke dalam daftar 136 kabupaten/kota BNPB dengan tingkat indeks bencana tinggi, CWS bermaksud melakukan pengkajian ketangguhan masyarakat kota Makassar yang diharapkan hasil kajian ini akan menjadi referensi dalam penyusunan proposal untuk duplikasi proyek PRB di Kota Makassar.
 
  1. Tujuan Kajian Survei
Kajian Survei ketangguhan dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut :
1.    Acuan dasar penilaian ketangguhan wilayah, masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi dampak bencana
2.    Penilaian terhadap upaya-upaya penanggulangan bencana
3.    Penilaian terhadap tingkat pemahaman masyarakat dalam menyikapi dampak bencana
4.    Penilaian terhadap tingkat kemampuan pemerintah dalam mengantisipasi dan mempersiapkan diri menghadapi dampak bencana dan perubahan iklim
5.    Penilaian terhadap Peran lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana untuk meningkatkan ketangguhan
 
  1. Methodology
Konsultan akan bertanggung jawab untuk memastikan kajian survei dilakukan dalam metodologi penelitian ilmiah dan memenuhi persyaratan analisa statistik baik untuk pendekatan kualitatif maupun kuantitatif.
 
Semua data, kualitatif dan kuantitatif, dikumpulkan melalui penilaian harus dipilah berdasarkan lokasi, usia dan jenis kelamin, yaitu untuk anak perempuan, anak laki-laki, pria dan wanita secara terpisah. Konsultan akan mengembangkan kuesioner khusus untuk masing-masing pemangku kepentingan.
 
Metode dan alat penilitan berikut akan digunakan (namun tidak terbatas) selama penilitian:
  1. Analisa data sekunder: Melakukan tinjauan literatur, dokumen kesepakatan dan kebijakan yang relevan mengenai pengurangan/pengelolaan risiko bencana, kejadian bencana, system peringatan dini, lembaga penanggulangan bencana, dll.
  2. Data kualitatif: akan memungkinkan untuk memverifikasi persepsi dan pengalaman masyarakat (pria, wanita, remaja putri dan anak laki-laki) dan pemangku kepentingan utama. Konsultan harus menggunakan pendekatan kualitatif, seperti diskusi kelompok terarah dan wawancara informan kunci.. Berikut adalah informan kunci di masing-masing pemangku kepentingan.
  3. Data kuantitatif: perlu dilakukan survei yang mengeksplorasi pengetahuan, sikap dan praktik - pada tingkat kesiapsiagaan bencana rumah tangga dan kompetensi awal pada institusi pemerintah - di kota Makassar.
 
  1. Alat Ukur Ketangguhan
Alat yang digunakan untuk mengukur ketangguhan suatu wilayah dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim menggunakan standar ketangguhan yang diterbitkan oleh BNPB dan modifikasi
 
  1. Jangka waktu
Kajian survey ini diharapkan dapat dilakukan dalam kurun waktu 16 hari terhitung mulai tanggal 16 April sampai 1 Mei 2018, dan laporan diharapkan bisa dipresentasikan pada tanggal 2 Mei 2018.
 
  1. Kualifikasi Konsultan
1.    Memiliki komposisi yang setara dari latar belakang akademis yang berkualitas, pengetahuan, pengalaman dan kapasitas untuk mengelola kajian atau survei dasar
2.    Menunjukkan keahlian dalam adaptasi manajemen risiko bencana / isu pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim dan tanggap bencana khusus untuk daerah perkotaan
3.    Memiliki profil dalam mengembangkan dan melakukan berbagai jenis evaluasi termasuk pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif
4.    Memiliki pengalaman dalam mengelola dan mengkoordinasikan latihan evaluasi/ penelitian, memberikan hasil yang disepakati tepat waktu dan sesuai anggaran
5.    Pengalaman dalam pengumpulan data dan analisis menggunakan metodologi partisipatif
6.    Memiliki pengalaman bekerja dengan pemerintah dan masyarakat dengan menggunakan pendekatan partisipatif
7.    Kemampuan untuk bekerja dengan komunitas dalam bahasa lokal yang relevan (dalam hal ini di Sulawesi Selatan/Makassar akan menjadi keuntungan)
8..    Entri data kuantitatif yang kuat dan keterampilan analisis dan pengalaman sebelumnya menggunakan perangkat lunak analisis statistik
9.  Kemampuan untuk menanggapi komentar dan pertanyaan secara tepat waktu dan tepat
10. Kemampuan untuk menulis laporan yang berkualitas tinggi, jelas, ringkas dalam Bahasa Bahasa Indonesia.
 
  1. Prosedur Pengiriman Proposal
Tahap Pertama: Konsultan yang berminat harus mengajukan mengirimkan proposal kepada CWS Indonesia melalui: operation@cwsindonesia.or.id paling lambat tanggal  09 April 2018 dengan melampirkan dokumen-dokumen berikut yang diperlukan:
1. Profil Organisasi (untuk konsultan institusional) atau CV (untuk konsultan perorangan).
2. Proposal yang berisi dua bagian:
• Proposal Teknis yang terdiri dari deskripsi kegiatan yang diusulkan, metodologi (desain sampling, teknik pengumpulan data), dan rencana implementasi yang mencakup jadwal studi dan waktu untuk analisis data. Proposal teknis harus menunjukkan pemahaman etika belajar, kualifikasi anggota tim studi dan Riwayat Hidup mereka, serta peran mereka dalam penelitian. Konsultan juga harus menguraikan pengalamannya dalam melakukan survei serupa, dan kapasitas keuangan dan teknis.
• Proposal Anggaran yang berisi rincian rencana anggaran seperti konsultan dan biaya tim, transportasi, alat tulis dan kebutuhan survei lainnya.
 
Fase Kedua: Berdasarkan proposal yang diterima, CWS akan menseleksi kandidat dan mengundang kandidat terpilih untuk mempresentasikan proposal mereka. CWS selanjutnya akan melanjutkan dengan memilih dan menunjuk konsultan, dan membuat kontrak kerja dengan konsultan terpilih.
 
Hanya konsultan terpilih yang akan dihubungi untuk perekrutan.

-Operation Unit CWS Indonesia-

No comments:

Post a Comment