Kajian Survei Ketangguhan Masyarakat
Menghadapi Bencana
Di Kota Makassar
CWS INDONESIA
April 2018
- Deskripsi Tugas
CWS
telah bekerja dalam inisiatif kemanusiaan dan pembangunan di Indonesia selama
lebih dari 40 tahun di bawah MoU dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Saat ini CWS bergerak di beberapa sektor kemanusiaan termasuk pengurangan
risiko bencana, kesehatan dan gizi serta perlindungan pengungsi dan migran.
Membutuhkan Konsultan
untuk:
Melakukan kajian survei
(Assessment Survey) Ketangguhan Masyarakat Menghadapi Bencana di Kota Makassar
Saat ini
CWS dan mitra didukung oleh DFAT Australia, sedang menjalankan proyek manajemen
risiko bencana yang disebut SOLIDARITAS, di Toraja Utara, Sulawesi Selatan dan
di Timor Tengah Selatan, provinsi Nusa Tenggara Timur. Sejauh ini proyek
tersebut telah menunjukkan hasil dan kemajuan yang signifikan dan saat ini
status proyek telah memasuki kuartal terakhir.
Untuk mempersiapkan kebutuhan akan
replikasi proyek, maka mengingat bahwa Kota Makassar masuk ke dalam daftar 136
kabupaten/kota BNPB dengan tingkat indeks bencana tinggi, CWS bermaksud
melakukan pengkajian ketangguhan masyarakat kota Makassar yang diharapkan hasil
kajian ini akan menjadi referensi dalam penyusunan proposal untuk duplikasi
proyek PRB di Kota Makassar.
- Tujuan Kajian Survei
Kajian Survei ketangguhan
dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui hal-hal sebagai berikut :
1. Acuan
dasar penilaian ketangguhan wilayah, masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi
dampak bencana
2. Penilaian terhadap upaya-upaya
penanggulangan bencana
3. Penilaian terhadap tingkat pemahaman
masyarakat dalam menyikapi dampak bencana
4. Penilaian
terhadap tingkat kemampuan pemerintah dalam mengantisipasi dan mempersiapkan
diri menghadapi dampak bencana dan perubahan iklim
5. Penilaian
terhadap Peran lintas sektor dalam upaya pengurangan risiko bencana untuk
meningkatkan ketangguhan
- Methodology
Konsultan akan bertanggung jawab untuk memastikan kajian survei
dilakukan dalam metodologi penelitian ilmiah dan memenuhi persyaratan analisa
statistik baik untuk pendekatan kualitatif maupun kuantitatif.
Semua data, kualitatif dan kuantitatif, dikumpulkan melalui
penilaian harus dipilah berdasarkan lokasi, usia dan jenis kelamin, yaitu untuk
anak perempuan, anak laki-laki, pria dan wanita secara terpisah. Konsultan akan
mengembangkan kuesioner khusus untuk masing-masing pemangku kepentingan.
Metode dan alat penilitan berikut akan digunakan (namun tidak
terbatas) selama penilitian:
- Analisa data sekunder: Melakukan tinjauan literatur, dokumen kesepakatan dan kebijakan yang relevan mengenai pengurangan/pengelolaan risiko bencana, kejadian bencana, system peringatan dini, lembaga penanggulangan bencana, dll.
- Data kualitatif: akan memungkinkan untuk memverifikasi persepsi dan pengalaman masyarakat (pria, wanita, remaja putri dan anak laki-laki) dan pemangku kepentingan utama. Konsultan harus menggunakan pendekatan kualitatif, seperti diskusi kelompok terarah dan wawancara informan kunci.. Berikut adalah informan kunci di masing-masing pemangku kepentingan.
- Data kuantitatif: perlu dilakukan survei yang mengeksplorasi pengetahuan, sikap dan praktik - pada tingkat kesiapsiagaan bencana rumah tangga dan kompetensi awal pada institusi pemerintah - di kota Makassar.
- Alat Ukur Ketangguhan
Alat yang digunakan untuk mengukur
ketangguhan suatu wilayah dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim
menggunakan standar ketangguhan yang diterbitkan oleh BNPB dan modifikasi
- Jangka waktu
Kajian survey ini diharapkan
dapat dilakukan dalam kurun waktu 16 hari terhitung mulai tanggal 16 April
sampai 1 Mei 2018, dan laporan diharapkan bisa dipresentasikan pada tanggal 2
Mei 2018.
- Kualifikasi Konsultan
1. Memiliki komposisi yang setara dari latar
belakang akademis yang berkualitas, pengetahuan, pengalaman dan kapasitas untuk
mengelola kajian atau survei dasar
2. Menunjukkan keahlian dalam adaptasi manajemen
risiko bencana / isu pengurangan risiko bencana, adaptasi perubahan iklim dan
tanggap bencana khusus untuk daerah perkotaan
3. Memiliki profil dalam mengembangkan dan
melakukan berbagai jenis evaluasi termasuk pengumpulan data kualitatif dan
kuantitatif
4. Memiliki pengalaman dalam mengelola dan
mengkoordinasikan latihan evaluasi/ penelitian, memberikan hasil yang disepakati
tepat waktu dan sesuai anggaran
5. Pengalaman dalam pengumpulan data dan
analisis menggunakan metodologi partisipatif
6. Memiliki pengalaman bekerja dengan pemerintah
dan masyarakat dengan menggunakan pendekatan partisipatif
7. Kemampuan untuk bekerja dengan komunitas
dalam bahasa lokal yang relevan (dalam hal ini di Sulawesi Selatan/Makassar
akan menjadi keuntungan)
8.. Entri data kuantitatif yang kuat dan
keterampilan analisis dan pengalaman sebelumnya menggunakan perangkat lunak
analisis statistik
9. Kemampuan untuk menanggapi komentar dan
pertanyaan secara tepat waktu dan tepat
10.
Kemampuan untuk menulis laporan yang berkualitas tinggi, jelas, ringkas dalam
Bahasa Bahasa Indonesia.
- Prosedur Pengiriman Proposal
Tahap Pertama: Konsultan yang
berminat harus mengajukan mengirimkan proposal kepada CWS Indonesia melalui: operation@cwsindonesia.or.id
paling lambat tanggal 09 April 2018
dengan melampirkan dokumen-dokumen berikut yang diperlukan:
1. Profil Organisasi (untuk
konsultan institusional) atau CV (untuk konsultan perorangan).
2. Proposal yang berisi dua
bagian:
• Proposal Teknis yang terdiri
dari deskripsi kegiatan yang diusulkan, metodologi (desain sampling, teknik
pengumpulan data), dan rencana implementasi yang mencakup jadwal studi dan
waktu untuk analisis data. Proposal teknis harus menunjukkan pemahaman etika
belajar, kualifikasi anggota tim studi dan Riwayat Hidup mereka, serta peran
mereka dalam penelitian. Konsultan juga harus menguraikan pengalamannya dalam
melakukan survei serupa, dan kapasitas keuangan dan teknis.
• Proposal Anggaran yang berisi
rincian rencana anggaran seperti konsultan dan biaya tim, transportasi, alat
tulis dan kebutuhan survei lainnya.
Fase Kedua: Berdasarkan proposal
yang diterima, CWS akan menseleksi kandidat dan mengundang kandidat terpilih
untuk mempresentasikan proposal mereka. CWS selanjutnya akan melanjutkan dengan
memilih dan menunjuk konsultan, dan membuat kontrak kerja dengan konsultan
terpilih.
Hanya konsultan terpilih yang akan
dihubungi untuk perekrutan.
-Operation Unit CWS Indonesia-

No comments:
Post a Comment