Saturday, January 19, 2019

Lutheran World Relief: Request for Proposal - Analisis Tutupan Lahan

Analisis Tutupan Lahan Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi
Di Kawasan Hutan Lindung Buleleng

Pengantar
Lutheran World Relief (LWR) sedang menjalankan proyek Penguatan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa di Kabupaten Buleleng. Proyek ini dilaksanakan melalui penguatan pengelolaan sumberdaya alam di bentang kawasan Hutan Lindung Buleleng yang bertujuan untuk memperkuat pengelolaan dan pelestarian hutan oleh masyarakat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pengelolaan suatu kawasan dilaksanakan melalui perencanaan pengelolaan berdasarkan ketersediaan data-data baik berupa kondisi biodiversitas, tutupan lahan, sosial ekonomi, perubahan penggunaan lahan dan sebagainya. Informasi mengenai tutupan lahan dan perubahan penggunaan lahan dapat diketahui melalui kajian penggunaan lahan.
Saat ini 4 desa di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, yaitu Desa Panji, Desa Panji Anom, Desa Sambengan, dan Desa Ambengan telah mengajukan usulan pengelolaan Hutan Desa kepada Menteri LHK dan sudah melalui tahapan verifikasi teknis oleh Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial (PKPS) dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (BPSKL Jabal Nusra) pada bulan September yang lalu.
Perkembangan perubahan tutupan lahan suatu wilayah dapat dianalisis dengan memanfaatkan data penginderaan jauh (remote sensing) berupa citra satelit multitemporal. Menurut (Petit et al. 2001) pemanfaatan teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu cara untuk mengetahui secara cepat alih fungsi lahan. Perkembangan perubahan tutupan lahan sangat penting untuk diketahui, agar pola perubahan tutupan lahan dimasa datang dapat diprediksi sehingga perubahan penutupan lahan yang bersifat negatif dapat dicegah atau dikurangi. Oleh karena itu perlu upaya untuk mengetahui perkembangan perubahan tutupan lahan di kawasan hutan lindung Buleleng, sehingga dapat dianalisis perubahan tutupan lahan yang terjadi.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka LWR memerlukan para profesional untuk melakukan kajian dan survey terhadap tutupan lahan di kawasan hutan lindung buleleng, terutama pada 4 (empat) calon areal kerja hutan desa yang sedang diusulkan.

Tujuan
Tujuan dari survey ini adalah ;
1.      Mengetahui tutupan lahan Hutan Buleleng pada citra satelit tahun 1998, 2008 dan 2018
2.      Mengkaji dan mengetahui besaran perubahan tutupan lahan secara spasial di kawasan Hutan Lindung Buleleng pada periode 1998, 2008 dan 2018
3.      Melakukan prediksi perubahan lahan yang akan terjadi pada periode berikutnya
 
Ruang Lingkup Pekerjaan
1.      Lingkup Pekerjaan
a)      Merancang rencana survei, metodologi dan instrumen survey tutupan lahan
b)      Melakukan pengumpulan data baik data sekunder atau data kualitatif primer dari lapangan
c)      Bekerja sama dengan Program Manager, Project Coordinator dan Field Coordinator dalam persiapan survey lapangan.
d)      Mengawasi proses pengumpulan data dan pelaporan untuk menjamin tujuan survey  dicapai.
e)      Menyajikan hasil laporan kualitatif data survey kepada Program Manager LWR

2.      Outputs
-         Dokumen laporan survey tutupan lahan di kawasan hutan lindung buleleng, terdiri dari analisis lansekap, kualitatif dan kuantitatif
Kualifikasi Konsultan
1.      Memiliki pemahaman dan penguasaan yang baik mengenai penginderaan jauh dan Geograhic Information System (GIS)
2.      Memiliki kemampuan untuk melakukan analisis tutupan lahan secara deskriptif serta langkah pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan kerangka kerja dan output yang diinginkan
3.      Bagi team leader, memiliki pengalaman dalam melakukan supervisi tim kerja
4.      Memiliki kemampuan untuk membuat laporan secara komprehensif sesuai dengan output yang ingin dicapai
5.      Dapat bekerja dalam tim maupun bekerja individu
6.      Memiliki kemampuan komunikasi yang cukup baik
7.      Memiliki akses terhadap data dan informasi yang dibutuhkan dalam survey tutupan lahan

Lokasi
Survey ini dilaksanakan di kawasan Hutan Lindung Buleleng yang mencakup 4 (empat) areal kerja hutan desa di kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, yatu;
1.      Desa panji
2.      Desa Panji Anom
3.      Desa Sambengan
4.      Desa Ambengan

Hasil Yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan melalui pelaksanaan survey ini adalah ;
1.      Data perubahan lahan yang terjadi di wilayah hutan lindung Buleleng dan sekitarnya.
2.      Peta tutupan lahan Lansekap Buleleng

Metodologi Pelaksanaan Kegiatan
Tujuan dari interpretasi turupan lahan adalah untuk mendapatkan informasi detail mengenai penggunaan lahan pada setiap jenis tutupan lahan. Pada kegiatan interpreatsi citra terdapat minimal 3 rangkaian kegiatan yakni deteksi, identifikasi dan analisis. Tahapan pada kegiatan analisis tutupan lahan dilakukan dengan cara berbeda karena citra yang digunakan memiliki perbedaan yaitu citra Landsat 5 dan citra Landsat 8.
Proses interprestasi tutupan lahan diawali dengan pengadaaan bahan interpretasi Citra Landsat yang dibeli dan telah dilakukan koreksi Geometrik dan Radiometrik. Tahapan selanjutnya citra yang telah melalui proses koreksi akan diolah oleh analis tutupan lahan. Selanjutnya akan dilakukan pengecekan lapangan untuk memverifikasi penggunaan lahan pada tahun 1998, 2008 dan 2018 dengan cara purposive sampling. Secara lengkap tahapan proses analisis tutupan lahan  adalah sebagai berikut:
1.   Pra Pengolahan
Kegiatan ini dilakukan oleh penyedia layanan pengadaan citra satelit yang dengan menyampaikan permohonan penawaran citra Landsat untuk periode 10 tahun dari tahun 1998-2008 dan 2018. Pekerjaan vendor tersebut meliputi:
1.1.   Mosaik Citra
Mosaik citra merupakan proses yang bertujuan untuk menggabungkan beberapa citra secara bersamaan membentuk kesatuan (satu lembar) peta atau citra yang kohesif dan koorinatnya terkoreksi. Mosaik dilakukan karena lokasi yang direncanakan di analisis berada pada pada path dan raw yag berbeda 128/59 dan 128/60.
1.2.   Pemotongan citra (Cropping)
Proses cropping dilakukan untuk mendeliniasi batas lokasi kawasan yang akan dianalisis yakni lansekap hutan buleleng, meliputi hulu sungai dan DAS di sekitarnya.
1.3.   Koreksi Geometri
Tahap ini bertujuan agar citra Landsat yang digunakan dalam analisis memiliki spesifikasi koordinat yang sama dengan koordintat yang digunakan pada dasar dan GPS (Global Positoning System). Koreksi dilakukan berdasarkan acuan peta dasar (sungai dan jalan yang juga dikenali pada peta Landsat).
1.4    Koreksi Radiometrik
Koreksi Radiometrik merupakan proses untuk memperbaiki kualitas visual citra, dalam hal memperbaiki nilai piksel yang tidak sesuai dengan nilai pantulan atau pancran spektral objek yang sebenarnya. Koreksi akan dipengaruhi oleh lima faktor yakni: pantulan atau reflektasi objek, bentuk dan besaran interaksi atmosfer, kemringan dan arah hadap lereng, sudut pandang sensor, dan sudut ketinggian matahari.
2.   Pengolahan Data Secara Visual
Kegiatan ini dilakukan oleh konsultan analisis, untuk memperoleh jenis tutupan lahan dimana nantinya akan digunakan untuk analisis besaran perubahan lahan dalam kurun waktu setiap 10 tahun. Interpretasi secara visual (manual) dilakukan terhadap data penginderaan jauh yang berdasrkan pada pengenalan ciri/karateristik objek secara keruangan. Karakteristik objek dapat dikenali berdasarkan 9 unsur interpretasi yaitu bentuk, ukuran, pola, bayangan, rona/warna, tekstur, situs, asosiasi dan konvergensi bukti. Tahapan pada analsisi secara visual adalah dengan menggunakan teknik kombinasi RGB. RGB yang digunakan disesuaikan dengan informasi yang diinginkan.
2.1    Penyusunan komposit warna
Penyusunan komposit warna diperlukan utuk mempermudah interpretasi citra. Susunan komposit warna dari kanal citra inderaja minimal terdapat kanal inframerah dekat untuk mempertajam penampakan unsur vegetasi.
2.2    Penajaman digital (Digital Enhancement)
Tahapan ini berisi penajaman digital yang bertujuan utnuk mendapatkan kualitas visual dan vaiabilitas spekral citra menjadi lebih baik.

3.   Pengolahan data secara digital
Pengolahan data secara digital yang dimaksud adalah proses klasifikasi sebagai salah satu tahapan pada interpretasi. Klasifikasi yang ditawarkan kepada pelaksana pekerjaan analisis citra mengacu pada SNI 7645-2010 tentang Klasifikasi Penutup Lahan.  Metode pekerjaan klasifikasi yang diharapkan pada pelaksana adalah sebagai berikut:
3.1    Klasifikasi tidak terbimbing (Unsupervised)
Klasifikasi tidak terbimbing (unsupervised) dilakukan dengan mengelompokkan piksel pada citra menjadi beberpa kelas hanya berdasarkan perhitungan statistik tertentu tanpa menentukan sampel piksel (trainning) yang digunakan oleh komputer sebagai acuan untuk melakukan klasifikasi.
3.2    Klasifikasi terbimbing (Supervised)
Klasifikasi terbimbing merupakan proses pengelompokan piksel pada citra menjadi beberapa kelas tertentu dengan berdasarkan statistik sampel piksel (trainning) atau region of interest ditentukan oleh pengguna

Calon konsultan yang berminat dapat mengirimkan proposalnya dengan mencantumkan informasi antara lain seperti di bawah ini:
Proposal yang diharapkan mencakup tetapi tidak terbatas pada:
1.     Metode pengumpulan data
2.     Susunan team survey dengan CV masing-masing
3.     Biaya yang dibutuhkan
4.     Waktu pengerjaan
5.     Metode pembayaran
Proposal dan CV dikirimkan paling lambat tanggal 31 January 2019  ke JobsIndo@lwr.org dan hanya candidate yang terpilih yang akan dihubungi.  Mohon untuk tidak menghubungi via phone atau email. 

No comments:

Post a Comment