Monday, January 21, 2019

Survey Potensi Desa (Sosial Ekonomi, Budaya, Jasa Lingkungan Dan Pemanfaatan Lahan Di 4 (Empat) Desa Areal Kerja Hutan Desa Di Buleleng))

Pengantar
Lutheran World Relief (LWR) sedang menjalankan proyek Penguatan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa di Kabupaten Buleleng. Proyek ini dilaksanakan melalui penguatan pengelolaan sumberdaya alam di bentang kawasan Hutan Lindung Buleleng yang bertujuan untuk memperkuat pengelolaan dan pelestarian hutan oleh masyarakat dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Saat ini 4 desa di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, yaitu Desa Panji, Desa Panji Anom, Desa Sambengan, dan Desa Ambengan telah mengajukan usulan pengelolaan Hutan Desa kepada Menteri LHK dan sudah melalui tahapan verifikasi teknis oleh Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial (PKPS) dan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (BPSKL Jabal Nusra) pada bulan September yang lalu.
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, maka LWR memerlukan para profesional untuk melakukan survey Sosial Ekonomi, Budaya, Jasa Lingkungan Dan Pemanfaatan Lahan di kawasan Hutan Lindung Buleleng.
Tujuan
Tujuan dari survey ini adalah ;
1.      Menyediakan data potensi yang dimiliki desa bersangkutan yang meliputi: sosial, ekonomi, budaya, jasa lingkungan dan pemanfaatan lahan secara tradisional.
2.      Mengetahui potensi, permasalahan dan kendala yang terkait dengan pengelolaan hutan di areal kerja Hutan Desa
3..      Mengumpulkan semua data dan informasi tentang sarana dan prasarana umum yang dimiliki desa kemudian membuatnya dalam peta desa

Kajian atau survey ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengelola hutan desa dan pemerintah desa untuk dalam merencanakan pengelolaan pengelolaan wilayah khususnya di tingkat desa.

Ruang Lingkup Pekerjaan
1.      Lingkup Pekerjaan
a)      Merancang rencana survei, metodologi dan instrumen survey potensi desa
b)      Melakukan pengumpulan data baik data sekunder atau data kualitatif primer dari lapangan
c)      Bekerja sama dengan Program Manager, Project Coordinator dan Field Coordinator dalam persiapan survey lapangan.
d)      Mengawasi proses pengumpulan data dan pelaporan untuk menjamin tujuan survey  dicapai.
e)      Menyajikan hasil laporan kualitatif data survey kepada Program Manager LWR


2.      Outputs
-         Dokumen laporan survey potensi desa di kawasan hutan lindung buleleng, terdiri dari analisis lansekap, kualitatif dan kuantitatif,

Kualifikasi Konsultan
1.      Memiliki pemahaman dan penguasaan yang baik mengenai kajian dan atau survey potensi desa yang mencakup sosial ekonomi, budaya, jasa lingkungan dan pemanfaatan lahan secara tradisional.
2.      Memiliki kemampuan untuk melakukan analisis secara deskriptif serta langkah pemecahan masalah yang tepat sesuai dengan kerangka kerja dan output yang diinginkan
3.      Bagi team leader, memiliki pengalaman dalam melakukan supervisi tim kerja,
4.      Memiliki kemampuan untuk membuat laporan secara komprehensif sesuai dengan output yang ingin dicapai,
5.      Dapat bekerja dalam tim maupun bekerja individu,
6.      Memiliki kemampuan komunikasi yang cukup baik,
7.      Memiliki akses terhadap data dan informasi yang dibutuhkan dalam survey potensi desa.
Lokasi
Survey ini dilaksanakan di 4 (empat) desa di kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, yatu;
1.      Desa panji
2.      Desa Panji Anom
3.      Desa Sambengan
4.      Desa Ambengan

Hasil Yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan melalui pelaksanaan survey ini adalah ;
1.      Tersedianya baseline data sosial ekonomi, budaya, jasa lingkungan dan pemanfaatan lahan secara tradisional di 4 (empat) lokasi Areal Kerja Hutan Desa.
2.      Terlaksananya kegiatan FGD dengan anggota kelompok tani di 4 (empat) lokasi Areal Kerja Hutan Desa.
3.      Tersedianya peta desa yang memuat informasi hasil dari survey ini.

Metodologi Pelaksanaan Kegiatan
Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif dengan menggunakan pendekatan teknik PLUP (Participatory Land Use Planning) dan atau PRA (Participatory Rural Appraisal), diantaranya: pemetaan kawasan, penelusuran lokasi, sketsa kebun, analisis mata pencaharian, dan wawancara semi terstruktur. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder. Pengumpulan data primer dilakukan secara partisipatif melalui wawancara langsung dengan masyarakat. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan penelitian sebelumnya, data monografi desa, dan literatur lain yang mendukung.
Adapun tahapan pelaksanaan dapat meliputi:
·         Wawancara, yaitu metode pengumpulan data dengan komunikasi langsung dengan responden secara mendalam dengan key-person (formal dan informal leaders), untuk mengidentifikasi kebutuhan (needs) masyarakat dengan menggunakan kuesioner.
·         Dokumentasi, yaitu metode pengumpulan data sekunder yang dimiliki oleh responden, lembaga ekonomi dan sosial, maupun instansi teknis terkait.
·         Observasi (pengamatan) dan survey lapang. Dalam hal meyakinkan data dan informasi yang diperoleh dari responden, surveyor mengadakan pengamatan dan survey lapang secara langsung terhadap obyek yang diamati, mendengar serta mencatat hasil temuan lapang.
·         Pengumpulan Data Sekunder. Selain dukungan data primer yang menjadi sumber data utama, survey ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen serta catatan­catatan yang berhubungan dengan masalah yang dikaji yang diperoleh dari pemerintah desa dan kecamatan.
·         Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok)
·         Surveyor melaksanakan diskusi dengan obyek ketika melakukan survey lapang yang akan dilakukan. Unsur-unsur yang terlibat dalam diskusi ini adalah perwakilan/tokoh masyarakat dan perangkat desa. Materi diskusi diarahkan pada penggalian potensi desa dan keinginan dan rencana pengembangan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Selain itu, metodologi survey dapat juga mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Nomor : P.1/PKTL/IPSDH/PLA.1/1/2017, tentang Petunjuk Teknis Inventarisasi Sosial Budaya Masyarakat Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

Proposal yang dikirimkan meliputi tetapi tidak terbatas pada:
Proposal yang diharapkan mencakup tetapi tidak terbatas pada:
1.     Metode pengumpulan data
2.     Susunan team survey dengan CV masing-masing
3.     Biaya yang dibutuhkan
4.     Waktu pengerjaan
5.     Metode pembayaran
Proposal dan CV dikirimkan paling lambat tanggal 31 January ke JobsIndo@lwr.org dan hanya kandidat yang terpilih yang akan dihubungi, no phone call, please. 

No comments:

Post a Comment