Pengantar
Lutheran
World Relief (LWR) sedang menjalankan proyek Penguatan Lembaga Pengelolaan
Hutan Desa di Kabupaten Buleleng. Proyek ini dilaksanakan melalui penguatan
pengelolaan sumberdaya alam di bentang kawasan Hutan Lindung Buleleng yang bertujuan
untuk memperkuat pengelolaan dan pelestarian hutan oleh masyarakat dengan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Saat
ini 4 desa di Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, yaitu Desa Panji, Desa Panji
Anom, Desa Sambengan, dan Desa Ambengan telah mengajukan usulan pengelolaan
Hutan Desa kepada Menteri LHK dan sudah melalui tahapan verifikasi teknis oleh
Direktorat Penyiapan Kawasan Perhutanan Sosial (PKPS) dan Balai Perhutanan
Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa Bali dan Nusa Tenggara (BPSKL
Jabal Nusra) pada bulan September yang lalu.
Untuk
melaksanakan kegiatan tersebut, maka LWR memerlukan para profesional untuk melakukan
survey Sosial Ekonomi, Budaya, Jasa Lingkungan Dan Pemanfaatan
Lahan di kawasan Hutan Lindung Buleleng.
Tujuan
Tujuan dari survey ini adalah ;
1.
Menyediakan
data potensi yang dimiliki desa bersangkutan yang meliputi: sosial, ekonomi, budaya,
jasa lingkungan dan pemanfaatan lahan secara tradisional.
2.
Mengetahui
potensi, permasalahan dan kendala yang terkait dengan pengelolaan hutan di
areal kerja Hutan Desa
3..
Mengumpulkan
semua data dan informasi tentang sarana dan prasarana umum yang dimiliki desa
kemudian membuatnya dalam peta desa
Kajian atau survey ini
diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pengelola hutan desa dan pemerintah
desa untuk dalam merencanakan pengelolaan pengelolaan wilayah khususnya di
tingkat desa.
Ruang Lingkup Pekerjaan
1. Lingkup
Pekerjaan
a)
Merancang rencana survei, metodologi dan
instrumen survey potensi desa
b)
Melakukan pengumpulan data baik data sekunder
atau data kualitatif primer dari lapangan
c)
Bekerja sama dengan Program Manager, Project
Coordinator dan Field Coordinator dalam persiapan survey lapangan.
d)
Mengawasi proses pengumpulan data dan
pelaporan untuk menjamin tujuan survey dicapai.
e) Menyajikan
hasil laporan kualitatif data survey kepada Program Manager LWR
2. Outputs
-
Dokumen laporan survey potensi desa di kawasan
hutan lindung buleleng, terdiri dari analisis lansekap, kualitatif dan
kuantitatif,
Kualifikasi Konsultan
1. Memiliki pemahaman dan penguasaan yang
baik mengenai kajian dan atau survey potensi desa yang mencakup sosial ekonomi,
budaya, jasa lingkungan dan pemanfaatan lahan secara tradisional.
2. Memiliki kemampuan untuk melakukan
analisis secara deskriptif serta langkah pemecahan masalah yang tepat sesuai
dengan kerangka kerja dan output yang diinginkan
3. Bagi team leader, memiliki pengalaman
dalam melakukan supervisi tim kerja,
4. Memiliki kemampuan untuk membuat
laporan secara komprehensif sesuai dengan output yang ingin dicapai,
5. Dapat bekerja dalam tim maupun bekerja
individu,
6. Memiliki kemampuan komunikasi yang
cukup baik,
7. Memiliki akses terhadap data dan
informasi yang dibutuhkan dalam survey potensi desa.
Lokasi
Survey ini dilaksanakan di 4 (empat) desa di kecamatan
Sukasada, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali, yatu;
1. Desa panji
2. Desa Panji Anom
3. Desa Sambengan
4. Desa Ambengan
Hasil Yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan melalui pelaksanaan survey ini
adalah ;
1. Tersedianya baseline data sosial ekonomi, budaya, jasa lingkungan dan pemanfaatan
lahan secara tradisional di 4 (empat) lokasi Areal Kerja Hutan Desa.
2. Terlaksananya kegiatan FGD dengan
anggota kelompok tani di 4 (empat) lokasi Areal Kerja Hutan Desa.
3. Tersedianya peta desa yang memuat
informasi hasil dari survey ini.
Metodologi Pelaksanaan
Kegiatan
Metode
dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey deskriptif
dengan menggunakan pendekatan teknik PLUP (Participatory
Land Use Planning) dan atau PRA (Participatory
Rural Appraisal), diantaranya: pemetaan kawasan, penelusuran lokasi, sketsa
kebun, analisis mata pencaharian, dan wawancara semi terstruktur. Jenis data
yang dikumpulkan adalah data primer dan data skunder. Pengumpulan data primer
dilakukan secara partisipatif melalui wawancara langsung dengan masyarakat.
Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan penelitian sebelumnya, data
monografi desa, dan literatur lain yang mendukung.
Adapun tahapan pelaksanaan dapat meliputi:
·
Wawancara,
yaitu metode pengumpulan data dengan komunikasi langsung dengan responden
secara mendalam dengan key-person (formal
dan informal leaders), untuk
mengidentifikasi kebutuhan (needs)
masyarakat dengan menggunakan kuesioner.
·
Dokumentasi,
yaitu metode pengumpulan data sekunder yang dimiliki oleh responden, lembaga
ekonomi dan sosial, maupun instansi teknis terkait.
·
Observasi
(pengamatan) dan survey lapang. Dalam hal meyakinkan data dan informasi yang
diperoleh dari responden, surveyor mengadakan pengamatan dan survey lapang
secara langsung terhadap obyek yang diamati, mendengar serta mencatat hasil
temuan lapang.
·
Pengumpulan
Data Sekunder. Selain dukungan data primer yang menjadi sumber data utama, survey
ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh dari dokumen-dokumen serta
catatancatatan yang berhubungan dengan masalah yang dikaji yang diperoleh dari
pemerintah desa dan kecamatan.
·
Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok)
·
Surveyor
melaksanakan diskusi dengan obyek ketika melakukan survey lapang yang akan
dilakukan. Unsur-unsur yang terlibat dalam diskusi ini adalah perwakilan/tokoh
masyarakat dan perangkat desa. Materi diskusi diarahkan pada penggalian potensi
desa dan keinginan dan rencana pengembangan jangka pendek, menengah dan jangka
panjang.
Selain
itu, metodologi survey dapat juga mengacu pada Peraturan Direktur Jenderal
Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Nomor : P.1/PKTL/IPSDH/PLA.1/1/2017,
tentang Petunjuk Teknis Inventarisasi Sosial Budaya Masyarakat Pada Kesatuan
Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).
Proposal yang dikirimkan meliputi tetapi
tidak terbatas pada:
Proposal
yang diharapkan mencakup tetapi tidak terbatas pada:
1. Metode pengumpulan data
2. Susunan team survey dengan CV
masing-masing
3. Biaya yang dibutuhkan
4. Waktu pengerjaan
5. Metode pembayaran
Proposal dan CV dikirimkan paling lambat tanggal 31 January
ke JobsIndo@lwr.org dan hanya kandidat yang terpilih yang akan dihubungi, no phone call, please.

No comments:
Post a Comment