Sunday, March 3, 2013

Expression Of Interest : Mekanisme Pengelolaan & Perlindungan Asset (Strategi Adaptif dalam membangun Ketahanan untuk menghadapi Bencana Banjir di Lombok Timur)

OXFAM adalah
konfiderasi internasional, terdiri dari 17 organisasi atau afiliasi yang
bekerja sama dalam jaringan gerakan perubahan global di 94 negara untuk
mencapai visi menjadikan dunia tanpa kemiskinan dan sebagai mitra yang kuat
bagi komunitas lokal dan global untuk perubahan.


Latar Belakang

Kabupaten Lombok Timur adalah salah satu dari sepuluh kabupaten / kota yang
ada Propinsi Nusa Tenggara Barat. Terletak di sebelah timur dari pulau Lombok,
dengan lokasi geografis antara 116 ° -117 ° Bujur Timur dan 8 ° - 9 ° Lintang
Selatan. Luas wilayahnya 2.679,88 km ² tercatat, yang terdiri dari tanah seluas
1.605,55 km ² atau (59,91%) dan wilayah laut dari 1.074,33 km ² (40,09%).
Secara administratif Kabupaten Lombok Timur terdiri dari 20 kabupaten, 13
kecamatan, 222 desa, 1.123 / desa.

Kabupaten Lombok Timur dilalui oleh banyak sungai, namun
tidak semua sungai memiliki air sepanjang tahun. Danau hanya satu di daerah
ini, yaitu Danau Segara Anak yang terletak di perbatasan antara Kabupaten
Lombok Barat di Lombok Timur, dengan luas ± 30 km2 dan kedalaman tertinggi
mencapai 200 meter. Berdasarkan topografi wilayah, Lombok Timur terletak pada
ketinggian antara 0-3.726 meter di atas permukaan laut dengan kemiringan mulai
dari kelas kemiringan lereng antara kelas 0-2% menjadi lebih dari 40%. Kondisi
lereng tertinggi terletak di bagian utara yang merupakan kawasan Gunung Rinjani,
sementara wilayah terendah terletak di tengah-tengah ke selatan dengan bagian
sedikit berbukit - bukit di perbatasan selatan dengan Samudera Indonesia.

Banjir bandang di Kabupaten Lombok Timur Sambelia yang
melanda tiga desa yaitu Belanting, Sugian dan Obel - Obel. Sebagai sumber di
NTB pemerintah PR (2006) mencatat terjadinya korban banjir bandang di wilayah
tersebut adalah 5 orang meninggal, 1 hilang, dan 15 luka-luka, 6187 orang
pengungsi. Kerusakan lainnya: 500 rumah hanyut, 750 rumah terendam air, 15
rumah polisi dalam situs Kepolisian Negara Sekolah rusak berat, 1 jembatan
rusak, 2 jembatan rusak, tanah longsor menutupi jalan departemen Sembalun
Lawang. Pohon - jatuh menutupi jalan menuju Sembalun Sub. Ratusan ternak milik
masyarakat hanyut, sementara lahan pertanian dan perkebunan tergenang meliputi
460 hektar lahan pertanian dengan kerugian diperkirakan 2,8 miliar dolar lebih.

Data Departemen Pertanian dan Peternakan Lombok Timur
(2006) menunjukkan kerusakan data karena banjir lahan pertanian di tiga desa
(Sugian, Belanting dan Obel-Obel) mencapai 319.56 hektar wilayah, jenis
kerusakan masing-masing 155,39 hektar lahan terkikis dan 164,17 hektar.
Sementara komoditas pertanian yang rusak padi, direkam (112 hektar), jagung (78
hektar), cabe (98 hektar) dan kacang (12 hektar). Pada tahun 2008 terjadi lagi
banjir melanda Sambalia kabupaten hanya mengakibatkan kerusakan lahan
pertanian, serta pada tahun 2009.

Kekuatan destruktif dari ancaman
banjir bandang adalah hasil dari volume derasnya air begitu besar, dan ditambah
dengan kekuatan dari air yang membawa material batuan besar / kecil, pasir,
lumpur, kayu, dan sebagainya. Jadi dampak kerusakan jalan, jembatan dan
perumahan, pengurangan ekonomi, perubahan sosial budaya, perusakan lahan
pertanian dan perkebunan dan kematian yang disebabkan dan luka-luka dan bahkan
kehilangan.

Frekuensi terjadinya bencana banjir di Kabupaten Lombok
Timur dapat diprediksi melalui 4-tahun siklus. Banjir bandang besar terjadi
pada tahun 2006, 2008 dan 2010. Periode terjadinya selama musim hujan antara
Desember dan April. Durasi bencana itu antara 15 sampai 20 hari. Daerah yang
terkena bencana yang disebabkan oleh banjir dapat terjadi di seluruh wilayah
Gunung Rinjani adalah wilayah yang berdekatan dengan hutan di Gunung Rinjani di
Lombok Timur, termasuk Kabupaten sub Sembalun, Suela, Aikmel, Sambelia,
Pringgabaya, Montong Gading dan Pringgasela. Kejadian banjir di wilayah itu
sejak lebih cepat relatif memiliki kemiringan> 30%, dan dikelilingi oleh
perbukitan bergelombang di tengah sungai mengalir wilayah cukup besar.
Perkiraan paparan luas untuk dampak dari banjir ini meliputi sekitar 269,050 km
² dan mengancam sekitar 83,643 orang di wilayah tersebut.

Tujuan :
Tujuan daripenelitianini adalah untuk mengetahuimekanismeperlindungan danpengelolaan asetsertamekanismemata pencaharianantisipasi/adaptasiuntuk bertahan hidupsebagai akibatdari dampakbanjir. Hasil ini akandigunakansebagai bahanuntuk membangunstrategiyang tangguh bagimata pencaharianmasyarakatbaik padapemerintah danpihak laindalammemberikankebijakandan dukunganlainnya.

Hasil yang diharapkan :
1.     Perhitungandampakbanjirpada aspekmata pencaharian bagiperempuan danlaki-laki,dipisahkanantaratingkatkesejahteraan dankepemilikan aset(sebelum dan setelah banjir).
2.     Mekanismedalamrumah tangga danmasyarakat untuk memulihkankondisi asetagar dapat di
identifikasi setelah banjir.
3.     Mekanismedalam rumah tanggadan masyarakatuntuk mencapairumah tangga tangguhdalam
beradaptasi & mengindentifikasi  bencana.
4.     Informasi tentangkapasitas adaptifyangmeliputianalisisaset penghidupanyang mempengaruhikehidupanperempuan danpetani kecildalam halalami, fisik, modal sosial, keuangandan manusia.
5.     Proyeksidarikejadian banjir

Lamaran:
Silahkan kirimkan Expression
of Interest termasuk detail usulan penelitian dan anggaran paling lambat 10 Maret 2013, kirimkan
ke alamat: makassar@oxfam.org.uk
Hanya pelamar yang memenuhi
kualifikasi yang akan dihubungi.

No comments:

Post a Comment